SLIDER-1a
The Next Generation of Cyber Security Event
Management

Octopus products and services are designed to provide converged Cyber and Physical security, across all industries to defend organizations, assets, and employees.

SLIDER-1a
The Next Generation of Cyber Security Event
Management

Octopus products and services are designed to provide converged Cyber and Physical security, across all industries to defend organizations, assets, and employees.

previous arrow
next arrow

Blog

SMS yang terlihat biasa saja ternyata bisa menjadi awal dari penipuan digital yang serius. Pesan tentang paket tertahan, akun bermasalah, atau permintaan verifikasi sering kali bukan sekadar pemberitahuan, melainkan bagian dari smishing—penipuan lewat SMS. Berbeda dengan email penipuan yang mulai mudah dikenali, smishing justru lebih licik. Pesan masuk langsung ke

Seiring transformasi digital yang semakin cepat, hampir semua aktivitas perusahaan kini berpindah ke ranah daring, mulai kolaborasi tim, penyimpanan data, sampai transaksi dengan pelanggan. Namun, efisiensi yang dibawa digitalisasi juga membuka pintu bagi ancaman siber yang kian kompleks dan dinamis. Karena itu, perusahaan harus aktif memantau tren keamanan siber, bukan

Perkembangan teknologi yang begitu cepat, terutama kemajuan dalam bidang kecerdasan buatan (AI), telah membawa perubahan besar bagi hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam keamanan digital. Di zaman di mana hampir semua aktivitas manusia terkait internet, tantangan terhadap perlindungan data dan privasi menjadi semakin kompleks. Serangan siber pun terus berevolusi: pelaku

Kecerdasan buatan (AI) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi keamanan siber modern. AI mampu mengenali pola serangan lebih cepat, mengurangi beban tim keamanan, dan melakukan analisis skala besar yang sulit dicapai manusia. Namun, penggunaan AI juga membawa tantangan serius: jika tidak dikendalikan dengan benar, AI bisa menjadi pintu masuk

Di era digital saat ini, hampir setiap aktivitas kita, mulai dari berkomunikasi, bekerja, berbelanja, hingga mengakses layanan publik, mengandalkan teknologi. Kemudahan tersebut datang bersama risiko besar: kebocoran data pribadi. Kasus pencurian identitas, penyalahgunaan nomor telepon, hingga peretasan akun media sosial semakin sering terjadi karena banyak orang masih mengabaikan kebiasaan dasar

Dalam dunia yang serba digital seperti sekarang, data menjadi “emas baru” bagi organisasi, institusi, maupun individu. Hampir semua aktivitas bisnis, pemerintahan, hingga kehidupan pribadi bergantung pada data, mulai dari transaksi keuangan, rekam medis, hingga informasi pribadi di media sosial. Nilai strategis data inilah yang menjadikannya incaran utama para pelaku kejahatan

Scroll to Top